439 Views

Mesin Pembunuh Masal di Myanmar

Voiceofummah.net – Media massa minggu ini dipenuhi dengan kecaman negara internasional  kepada pemerintah Myanmar. Pembantaian dan pembunuhan terhadap etnis Rohingya merupakan kejahatan kemanusiaan yang tidak bisa di tolerir. Dalam sepekan ini saja sekitar 130 orang etnis Rohingya,  tidak peduli itu perempuan ataupun anak-anak telah dibunuh oleh para pasukan keamanan Myanmar dan kaum Budhis.

Kebiadaban tentara dan juga kaum Budhis di Myanmar kepada etnis Rohingya sampai saat ini belum mendapat perhatian penuh dari PBB untuk mencari jalan penyelesaian mengatasi tragedi kemanusiaan di Myanmar ini. Bahkan untuk mengirimkan bantuan kepada para pengungsi Rohingyapun sampai saat ini belum dilakukan oleh PBB.  Amerika, negara yang sangat perhatian terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) seolah-olah juga tidak mau ambil pusing terhadap kebiadaban tentara-tentara Myanmar yang dengan kejamnya memperkosa, mensiksa, dan membunuh etnis Rohingya. Apa karena mereka ini adalah muslim sehingga HAM untuk mereka bisa diabaikan. Perlahan dan pasti jika pembantaian dan pembunuhan ini terus berlanjut,  Myanmar akan berhasil mencapai tujuan mereka untuk melakukan perbersihan etnis minoritas muslim.

Kecaman tragedi kemanusiaan ini tidak hanya ditujukan kepada tentara dan kaum Budha saja tapi juga kepada Perdana Menteri Myanmar Aung San Suu Kyi, yang pernah di nobatkan sebagai peraih Nobel perdamaian karena perjuangan anti kekerasan untuk demokrasi dan HAM. Apa yang dilakukannya saat ini bukanlah memperjuangkan nilai kemanusiaan, tapi sebagai otak  pembunuh manusia yang kejam. Jika tragedi ini nantinya dianggap sebagai kejahatan kemanusiaan, maka Aung San Suu Kyi lah yang harus bertanggung jawab atas tragedi ini.

Terlepas dari banyaknya informasi bahwa kawasan Rakhine, Myanmar adalah kawasan yang memiliki banyak kekayaan gas alam dan minyak, tindakan yang dilakukan oleh pemerintah Myanmar terhadap etnis Rohingya tidak dapat kita terima sebagai umat manusia. Pemerintah Myanmar hendaknya mencari jalan penyelesaian secara bijak dalam mengatasi masalah dalam negerinya tanpa harus menggunakan cara-cara keji dan mengambaikan HAM.

Sebagai negara yang mayoritas Muslim, sudah sepatutnya  Indonesia dapat berpartisipasi  memberikan bantuan kepada etnis Rohingya ini. Dalam Islam semua muslim adalah bersaudara, dan saat ini saudara kita yang ada di Rakhine perlu mendapat bantuan baik itu berupa bantuan kemanusiaan ataupun bantuan dalam rangka  mengingatkan kepada pemerintah Myanmar  untuk menghentikan tragedi kemanusiaan ini melalui pemerintahan Jokowi saat ini. Tidak hanya itu toleransi antar umat beragamapun terus diserukan oleh umat Budha yang ada di Indonesia dan dunia untuk peduli dan  menentang kekerasan yang dilakukan oleh kaum Budhis kepada etnis Rohingya

Bahkan  jika diperlukan  negara-negara ASEAN dapat menggelar KTT luar biasa untuk membahas dan juga meminta keterangan resmi dari pemerintah Myanmar. ASEAN pun harus bertindak tegas kepada Myanmar jika tragedi kemanusiaan  ini terus berlanjut yang semakin banyak memakan korban sipil baik itu anak-anak dan juga wanita yang tidak berdosa.

Write a Reply or Comment