266 Views

Menkumham Didesak Tingkatkan Pengawasan terhadap WNA

 

Voiceofummah.net. Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendesak Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly meningkatkan pengawasan ter­hadap warga negara asing (WNA), teru­tama pekerja dan pebisnis asing, yang bekerja di Indonesia dan diduga ilegal.

Hal itu merupakan salah satu poin kesimpulan dalam rapat kerja antara Komisi III DPR RI dengan Menteri Hukum dan HAM di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin (10/4).

Ketua Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo me­ngatakan, pe­ning­katan pengawasan ini guna mencegah dan menindak lebih intensif lagi terhadap tenaga kerja asing dan pebisnis asing yang diduga ilegal dan bekerja di berbagai daerah di Indonesia.

Kesimpulan lainnya, Komisi III DPR RI mendesak Menkumham aktif melaksanakan pengawasan internal terhadap para petugas imigrasi.

“Dalam pengawasan internal tersebut sekaligus melakukan eva­luasi terhadap kebijakan bebas visa, teru­tama dari sisi kepentingan nasional dan prinsip resi­proksitas,” kata Bambang Soesatyo.

Di bidang kemasyarakatan, rapat kerja menyimpulkan, Komisi III DPR RI mendesak Menkumham dapat sungguh-sungguh menuntaskan reformasi politik hukum dan pola penegakan hukum, serta dukungan regulasi, demi mengurangi angka kelebihan kapasitas lapas di Indonesia.

Menteri juga diharapkan dapat bekerja lebih keras dalam upaya meningkatkan kinerja sumber daya manusia di bidang pemasya­ra­katan.

Anggota Komisi III DPR RI, Junimart Girsang dalam rapat kerja tersebut mengatakan, lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia kondisinya sudah kurang manusiawi karena warga binaannya sudah melampaui kapasitas.

“Kehidupan di dalam lapas menyedihkan dan menge­rikan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, dia juga meminta Presiden Joko Widodo memberikan perhatian terhadap kondisi lapas dan perlu melihat langsung ke lapangan.

“Tolong Pak Menteri mengimbau Pak Presiden dan Menteri Ke­uangan berkunjunglah sekali-kali ke lapas sana. Biar mereka juga tahu, lihat. Supaya mereka juga hatinya bisa kembali hidup ‘Oh, begini toh di dalam.’ Menyedihkan, Pak, mengharukan. Kalau meng­erikan su­dah pasti,” katanya.

sumber : analisa

Write a Reply or Comment