319 Views

Mabes Polri Sosialisasi Radikalisme dan Terorisme

Voiceofummah.net – Guna memberikan pemahaman mengenai bahaya radikalisme yang sering terjadi di Indonesia saat ini. Membuat Markas Besar Polisi Republik Indonesia (Mabes Polri) turun tangan memberikan sosialisasi serta dialog publik terutama dikalangan Mahasiswa.

Salah satunya di Universitas Muhammadiyah (UMK) Kendari. Mabes Polri melakukan Dialog Publik bersama akademisi UMK dengan tema “ Mamahami Radikalisme dan Terorisme”.

Tim Pencegahan Teror Mabes Polri, AKP Vanggi Vantozy mengatakan bahwa, dialog publik yang dilakukan pada beberapa Perguruan Tinggi di Sulawesi Tenggara, tidak lain untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa terhadap paham-paham radikal yang berbahaya bagi keutuhan bangsa dan negara.

“Radikalisme adalah orang-orang yang merasa dirinya paling benar, merasa agamanya paling benar. Dengan permahaman ini, meraka berusaha untuk melakukan aksi-kasi yang merugikan orang lain,” ucapnya, Rabu (22/3)

Katannya, berfikiran radikalisme tidak apa-apa, yang berbahaya jika paham tersebut bisa melukai orang lain, merugikan orang lain dan merebut hak orang lain. “Jangan karena pemahaman, kita merasa paling benar, akhirnya menimbulkan suatu masalah dilingkungan kita,” ujar Polisi berpangkat AKP tersebut.

Dirinya menuturkan, bahwa semua ini merupakan tugas kita bersama, baik itu ulama , pemuda dan semua masyarakat, agar saling membantu menangkal radikalisme dan terorisme yang biasa terjadi di negara Indonesia.

“Polri tidak bisa berjalan sendiri, kita harus bersama-sama menangkal terosrisme dan radikalisme. Terget kami, sosialisasi dan dialog publik ini, bukan hanya dikalangan mahasiswa, tetapi juga dikalangan santri, sekolah, kampus, masyarakat maupun pemerintah daerah,” jelasnya.

Sementara itu, Dekan FISIP UMK, Muh Arsyad mengatakan bahwa, program dialog publik yang dilakukan Mabes Polri dibeberapa instansi sangat bagus, karena memberikan pemahaman tentang bagaimana radikalisme dan terorisme itu.

“Walaupun belum ada di Sulawesi Tenggara, peling tidak kita mengantisipasinya dari sekarang,” paparnya.

Dirinya berharap, berharap kepada tim dari Mabes Polri, agar bisa kembali mengadakan dialog publik terkait permasalahan seperti ini, di UMK Kendari. Sehingga mahasiswa bisa terhindar dari paham radikalisme dan terorisme.

sumber : Rakyatsultra

Write a Reply or Comment