228 Views

Negosiasi Pembebasan Lahan Runway 3 Bandara Soeta.

Voiceofummah.net .  Direktur Angkasa Pura II,  Muhammad Awaludin dalam negosiasi pembebasan lahan Runway 3 bandara Soekarno Hatta (Soeta) dengan warga desa Rawa Rengas  menyatakan proyek Ran Way 3 merupakan landasan pesawat atau landasan pacu, yang digunakan untuk  kepentingan rakyat atau negara bukan hanya buat kepentingan perusahaan. Pihaknya tetap  berempati terhadap kondisi yang dirasakan masyarakat  dan menerima tuntutan yang diajukan warga.

“Akan ada evaluasi terhadap proses pembebasan tanah yang sudah dijalankan dan jika  ada kebijakan yang tidak adil maka akan direview ulang” ujarnya di Ruang Cendrawasih Gedung 601 Bandara Soeta, Tangerang, Banten, Senin (20/3).

Negosiasi yang dikuti sebanyak 50 orang itu, 23 orang diantaranya adalah perwakilan dari Warga desa Rawa Rengas, dengan pimpinan Sapri.S.Sos. Dalam pernyataannya Sapri mengungkapkan warga Rawa Rengas tidak menolak perluasan Bandara, namun di ujung pelaksanaanya, masyarakat menolak karena ternyata Undang-undang tidak perpihak pada masyarakat.

“Jika tidak dievaluasi, maka keamanan bisa terancam” ujarnya.

Sementara itu kepala desa rawa Rengas, bapak  Ingil  yang ikut hadir pada negosiasi itu mengungkapkan kekecewaan terhadap penilaian harga untuk pembebasan lahan milik warga.

“Dari tahapan pembebasan yang telah dilaksankan, saat ini sudah mencapai tahap penilaian. Yang ditunggu harga, namun ternyata tidak sesuai dengan harapan pemilik tanah” tuturnya.

Negosiasi tersebut juga dihadiri Kapolres Kota Tangerang,  Kombes Pol Harry Setiawan,  Ketua AMR , Muhidin  dan juga  Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD), Saymsudin.

Saat negosiasi berlangsung sebanyak 300 orang warga Rawa Rengas melaksanakan doa bersama di pinggir pagar luar perimeter utara menunggu hasil Pertemuan. (Rosa)

Write a Reply or Comment