1643 Views

Bagaimana Politik Adu Domba Atau DEVIDE ET IMPERA Diterapkan?

Politik adu domba atau politik pecah belah atau bahasa belandanya Devide et Impera adalah suatu upaya dari Belanda yang digunakan untuk menguasai sebuah wilayah dengan menggunakan adu domba dalam sebuah sistem kerajaan. Politik adu domba pada abad 17 sangat digemari VOC untuk menguasai suatu daerah, dengan cara inilah Belanda yang bahkan jumlahnya jauh lebih sedikit dari pribumi bisa mengalahkannya.

Politik ini menggunakan campuran strategi politik, ekonomi dan militer dalam memecah belah. Sistem pecah belah Belanda biasanya dalam satu negara dengan mengangkat satu pemimpin untuk dijadikan calon pemimpin tandingan yang telah ada. Selain itu juga menghambat sebuah kelompok kecil menjadi besar. Politik pecah belah diwujudkan dengan menentang suatu kekuasaan baik yang berada di pemerintahan dan di masyarakat. Akan lahir dua pihak di dalam suatu Badan baik di masyarakat maupun kerajaan yang salah satu pihak tersebut dibantu Belanda dan yang lain dipinggirkan.

Isu – isu ketidakpercayaan terhadap pemimpin yang lama dibuat agar suatu kerajaan menjadi tidak solid dan tumbuh besar. Bahkan terkadang ada bumbu – bumbu permusuhan dalam tubuh keluarga kerajaan yang pantas menduduki singgasana kerajaan diluar garis keturunan raja. Teknik yang digunakan Belanda dalam memecah belah adalah agitasi, propaganda, desas – desus dan bahkan fitnah.

Contoh politik pecah belah tersebut adalah dengan memberi kehidupan layak suatu kelompok politik yang bertujuan untuk lebih percaya ke Belanda dari pada ke kerajaannya sendiri untuk selanjutnya menjadi duri dalam daging sebuah kerajaan.

Dewasa ini adu domba juga masih ada terutama di media sosial, masih banyak orang yang gampang emosi dan terlalu gampang memihak satu kelompok yang menyebarkan suatu isu yang belum diketahui kebenarannya. Masih banyak yang berfikiran pendek mengenai suatu hal. Zaman sekarang tak ubahnya hanya zaman dahulu yang semakin modern namun dengan pola pikir lama yang sangat rentan terhadap politik adu domba.

Untuk itu kita harus tanggap terhadap isu-isu yang sekarang tersebar, dan kita juga harus dapat menahan diri untuk tidak ikut dalam menyebarkan isu yang dibuat ‘seseorang’ yang dapat membuat emosi seseorang dan kebinekaan kita “Bhineka Tunggal Ika”  baik di media sosial maupun di kehidupan nyata.

 STOP menyebarkan KEBENCIAN, Mulai sebarkan cinta SEKARANG!!!

Write a Reply or Comment